Selasa, 08 Maret 2011

Perempuan Gemar Merusak Rambut?


Perempuan senang merawat diri dan penampilan, termasuk urusan rambut. Mulai sekadar perawatan mingguan atau bulanan seperti hair spa, creambath, atau apapun nama perawatan standar untuk menyehatkan rambut. Namun tahukah Anda, perempuan lebih sering melakukan aktivitas yang merusak rambut dan kulit kepala?

Survei oleh US Census melalui TNS Global menunjukkan, perempuan usia 18-64 tahun di 11 negara menghabiskan 40 menit setiap harinya untuk merawat dan menata rambut. Hanya saja 30 menit dari total waktu tersebut dihabiskan untuk berbagai aktivitas merusak. Apa saja aktivitas yang merusak rambut? Survei ini menyebutkan, mencuci rambut dengan sampo yang tidak sesuai jenis dan kebutuhan rambut, blow dry, meluruskan rambut, bahkan hal sederhana seperti cara yang salah saat menyisir dan mengeringkan rambut dengan handuk bisa merusak rambut.

Dijelaskan lebih lanjut, perempuan cenderung mengeringkan rambut dengan cara digosok, bukan diperas dengan handuk. Sedangkan cara menyisir yang salah adalah jika dilakukan terlalu sering dengan sisir yang tak sesuai tipe rambut. Kebiasaan menyisir yang salah menyumbangkan 23 persen kerusakan rambut. Mengikat rambut terlalu lama dengan ikat rambut yang kencang dan keras juga menyakiti dan merusak rambut. Semua kesalahan yang dilakukan perempuan terhadap rambutnya ini membuat kutikula terangkat dan akhirnya rambut menjadi kering, kasar, kusut.

Meski perempuan gemar ke salon dan sibuk dengan berbagai perawatan, delapan dari 10 orang mengalami kerusakan rambut. Sementara hanya dua dari delapan perempuan yang peduli dan menyadari kerusakan serta melakukan sesuatu untuk memperbaikinya, dan enam dari mereka tidak melakukan apapun.

Rambut seorang perempuan memang sering terlihat gaya, namun ternyata belum tentu terjamin sehat rambutnya. Bagaimana dengan Anda? Seberapa peduli dengan rambut yang kerapkali tersiksa?

Sumber: Dove

Tips Mempertahankan Warna Jeans


Bahan denim merupakan bahan yang awet. Tetapi jika tidak dirawat dengan baik, warna bahan ini bisa lekas pudar. Berikut beberapa tip agar denim Anda tetap menarik.

1. Sebelum merendam atau mencuci, pisahkan denim dari pakaian lainnya. Jika Anda mencuci dengan mesin, jangan mencampur denim dengan pakaian lain.

2. Rendam dan cuci menggunakan air hangat-hangat kuku agar kotoran yang melekat mudah hilang.

3. Jangan menggunakan bahan kimia pada busana denim, seperti memberinya pemutih. Hal ini bisa membuat warna busana denim Anda cepat memudar.

4. Untuk kemeja dan blus denim, sebaiknya dicuci setiap kali habis dipakai.

5. Hindari menjemur busana denim Anda di bawah terik matahari langsung.

6. Hindari menyetrika dengan suhu yang terlalu panas karena bisa menyebabkan munculnya bercak-bercak putih. Suhu yang dianjurkan adalah 60 derajat Celcius.

7. Setrika denim dengan membalikkan sisi dalamnya ke luar.

8. Jangan menyetrika denim dalam keadaan lembab, karena bisa menimbulkan jamur berwarna biru yang membuat bahan denim cepat lapuk.

9. Sebaiknya denim disimpan menggunakan cara digantung dengan hanger agar tidak terjadi perubahan warna pada denim. Ini juga untuk menghindari munculnya garis bekas lipatan pada denim Anda.

Bahan Kimia Penyumbang Terbesar Kerusakan Rambut


Penataan rambut dan aktivitas sehari-hari yang dilakukan perempuan terhadap rambutnya, tak disadari membuat mahkota yang selalu menjadi perhatiannya ini menjadi rusak. Tanda rambut rusak di antaranya, kering, kusam, kasar, kusut, warna memudar, bercabang, dan patah. Menurut survei US Census melalui TNS Global, faktor penyebab kerusakan rambut terbagi dalam empat kategori, yakni lingkungan, perawatan sehari-hari, panas, dan bahan kimia.

Dari empat faktor tersebut, penggunaan bahan kimia dan panas paling banyak menyumbang kerusakan rambut. Lebih jelasnya, survei ini merinci penyebab kerusakan rambut dan akibat yang ditimbulkannya. Hasil survei menunjukkan aktivitas mewarnai rambut misalnya, dapat menyebabkan kerusakan hingga 2,5 kali lipat. Kaporit juga memengaruhi kondisi rambut, karena bisa merusak rambut hingga 60 persen. Belum lagi perawatan rambut harian yang keliru seperti mencuci rambut dengan produk yang tak sesuai kebutuhan dan jenis rambut, cara mengeringkan rambut yang salah, menyisir rambut dengan sisir yang tak tepat, dan mengikat rambut terlalu kencang.

Dampak bahan kimia
Sementara faktor penggunaan bahan kimia pada rambut membuat hilangnya kutikula dan bagian dalam rambut menjadi keropos. Dampak penggunaan bahan kimia pada rambut di antaranya rambut kusut, warna rambut memudar, rambut bercabang, dan patah. Kerusakan rambut ini disebabkan oleh aktivitas seperti mewarnai rambut, meluruskan, atau mengeriting rambut dengan bahan kimia, wax, hair spray, penggunaan mouse, serta terkena kaporit.

Dampak suhu panas

Suhu panas di sini bukan disebabkan oleh paparan sinar matahari, tetapi lebih kepada penggunaan alat listrik. Kebiasaan blow dry, catok, atau mengeriting rambut dengan alat membuat rambut kehilangan kutikula dan keropos pada bagian dalam rambut. Akibatnya, rambut rusak sama seperti ketika Anda menggunakan bahan kimia.

Dampak lingkungan
Cahaya matahari, polusi, suhu dingin, atau kering, menjadi ancaman bagi kesehatan rambut. Faktor lingkungan yang tak sehat ini menyebabkan hilangnya minyak di permukaan kulit kepala dan pecahnya kutikula. Akibatnya, rambut mudah kering dan kusam.

Dampak perawatan yang salah
Perawatan rambut sehari-hari yang keliru membuat kutikula terangkat, akibatnya rambut menjadi kering, kasar, dan kusut. Untuk itu Anda perlu memilih perawatan rambut seperti sampo atau kondisioner yang tepat sesuai kondisi rambut dan kulit kepala, bahkan disesuaikan dengan gaya hidup Anda.

Jika berbagai faktor penyebab rambut tak bisa dihindari, karena Anda gemar menata rambut mengikuti tren kini, tak ada yang bisa melarang Anda berekspresi. Anda bebas saja menata rambut sebagai bagian dari gaya hidup. Namun pastikan Anda peduli dengan perawatan rambut yang tepat atau perawatan rutin di salon yang sesuai kebutuhan. Asupan makanan sehat juga memengaruhi kondisi rambut agar selalu sehat.

Sumber: Dove